Senin, 23 Maret 2026

Melewatkan sarapan berisiko ganggu kesehatan mulut

 Kebiasaan melewatkan sarapan pagi dapat berdampak pada risiko mengganggu kesehatan mulut.

Menurut laporan Hindustan Times, Kamis (19/3), Konsultan Dokter Bedah Gigi di Fortis Hospital, Jalandhar, Dr Pallavi Gautam menyampaikan bahwa melewatkan sarapan pagi dapat merusak gusi dan mengganggu keseimbangan kimia mulut dalam jangka panjang.

Dr. Pallavi menjelaskan saat bangun tidur, mulut cenderung kering karena produksi air liur berkurang di malam hari, sehingga memungkinkan bakteri berkembang lebih banyak. Sarapan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh.

“Hal ini juga merangsang produksi air liur, yang bukan sekadar ‘ludah’. Air liur adalah garis pertahanan pertama mulut,” kata dia.

Air liur, lanjut Pallavi, melindungi mulut dari asam, membersihkan sisa makanan, dan menjaga bakteri jahat tetap terkendali. Melewatkan sarapan membuat produksi air liur tertunda.

Pertumbuhan bakteri jahat dapat menyebabkan iritasi pada gusi, yang memicu peradangan, pendarahan, dan penyakit gusi. Bahkan, kebiasaan memulai hari dengan secangkir kopi justru memperburuk kondisi.

“Kopi membuat mulut semakin kering, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri jahat, yang dapat menyebabkan iritasi gusi, peradangan, pendarahan, hingga penyakit gusi,” tambahnya.

“Ketika mulut kosong dalam waktu lama, kadar asam tidak terkontrol, yang dapat menyebabkan gusi dan enamel gigi melemah,” kata dia.

Ia menyarankan perubahan kecil pun bisa memberikan dampak besar. Misalnya, jika tidak punya cukup waktu untuk sarapan lengkap, sarapan cepat dan seimbang seperti buah-buahan, kacang-kacangan, atau bahkan roti sederhana dapat membantu merangsang kelenjar air liur dan menyeimbangkan pH mulut.

Selain itu, disarankan untuk minum air putih segera setelah bangun tidur, karena dapat membantu melembapkan mulut dan membersihkan bakteri yang menumpuk selama malam hari.

Menurut Dr. Pallavi meluangkan beberapa menit setiap pagi bisa menjadi kunci untuk senyum yang lebih sehat

“Dalam kesibukan hidup kita, kesehatan mulut sering menjadi hal pertama yang terabaikan. Padahal, gusi kita lebih peka terhadap rutinitas harian daripada yang kita kira,” ujar Dr. Pallavi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar