Pasang Iklan Grais

Lebaran Betawi hingga penambahan jam operasional Ragunan

  Sejumlah peristiwa penting dan menarik mewarnai Jakarta dalam sepekan terakhir, mulai dari persiapan Lebaran Betawi 2026 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga penambahan jam operasional Taman Margasatwa Ragunan hingga malam hari untuk jogging.

Simak kembali rangkaian berita berikut ini:

Pemprov DKI siapkan sejumlah kegiatan di Lebaran Betawi 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah kegiatan selama tiga hari pelaksanaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng pada 10-12 April 2026.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam keterangan di Jakarta

Gedung empat lantai lebih di Jakarta wajib terhubung dengan CCTV DKI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewajibkan gedung empat lantai lebih untuk terhubung dengan kamera pengawas (CCTV) Pemerintah Provinsi DKI guna memperkuat pengawasan dan menciptakan sistem keamanan yang terintegrasi.

"Jadi, untuk CCTV, kita sedang, sudah memutuskan nanti gedung-gedung yang lantainya lebih dari empat sesuai dengan Pergub akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, sehingga dengan demikian Jakarta akan menjadi terintegrasi," kata Pramono di Jakarta Pusat

Ragunan tambah jam operasional hingga malam hari untuk jogging

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan berencana menambah jam operasional hingga malam hari bagi pengunjung yang ingin olahraga jogging.

"Kita tidak buka untuk melihat satwa di hari biasa, tapi hanya untuk dikhususkan bagi pengunjung yang ingin olahraga jogging," kata Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang di Jakarta

ASN DKI dilarang kerja dari kafe saat WFH

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melarang aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari kafe atau tempat umum saat menjalankan kebijakanwork from home (WFH) 

“Mengenai work from cafe atau manapun, kalau itu terjadi, maka pasti akan ada sanksi tindakan yang tegas untuk itu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta

Omzet pedagang di Pasar Induk Kramat Jati turun 30 persen imbas sampah

Omzet pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) turun hingga 30 persen imbas tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di pasar tersebut.

"Akibat tumpukan sampah, jadi ada penurunan omzet hingga 30 persen. Karena yang belanja itu enggan ke belakang, khususnya untuk bagian lapak saya. Mereka juga enggan parkir. Padahal kalau parkir, biasanya sekalian belanja," kata salah satu pedagang Syaeful di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur


0 Response to "Lebaran Betawi hingga penambahan jam operasional Ragunan"

Posting Komentar