Pasang Iklan Grais

Buntut Son Heung-min dihina soal wajib militer, Timnas Korea Selatan boikot media selama Piala Dunia 2026

 Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, menjadi sasaran penghinaan verbal dan ejekan soal wajib militer yang dijalaninya. Buntutnya, seluruh pemain Taeguk Warriors resmi menyatakan aksi boikot terhadap media.

Skuad Korea Selatan tengah menjadi sorotan setelah kapten Son Heung-min dilaporkan jadi sasaran hinaan.

Gelombang kontroversi meledak menyusul laporan bahwa sejumlah individu yang diduga sebagai awak media melontarkan kata-kata kotor dan pernyataan yang tidak pantas kepada Son Heung-min selama sesi latihan untuk Piala Dunia 2026.

Kontroversi ini pertama kali mencuat setelah sebuah video sesi latihan Timnas Korea Selatan yang diunggah ke saluran YouTube JTBC pada 9 Juni 2026 mengungkap adanya hinaan kasar.

Terdapat cuplikan viral yang menunjukkan mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut sedang berlatih bersama rekannya di Meksiko.

Kemudian terdengar suara seorang pria mengejeknya dengan mengatakan, "Apakah dia berlari seeperti seorang komandan peleton?” dan “Dia berlari persis seperti saat sedang di wajib militer.”

Segera setelah itu, pria lain terdengar melontarkan hinaan dengan mengatakan, “Si b*jing*n itu bahkan belum pernah ikut wajib militer,” dan “Si b*jing*n itu tidak tahu apa-apa soal militer.”

Pernyataan-pernyataan tersebut disiarkan tanpa disaring sehingga kritik tajam pun langsung membanjiri media sosial.

Akibat dari video cuplikan yang viral, Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) pun tak tinggal diam dan mengeluarkan pernyataan resmi guna menanggapi situasi ini, Senin (15/6/2026)

Dalam pernyataan tersebut, KFA menyatakan pihak mereka menghormati kebebasan pers dan peran media.

Namun, mereka menekankan bahwa lingkungan peliputan harus dioperasikan berdasarkan rasa saling menghormati dan kepercayaan.

Mereka juga menekankan perlindungan serta penghormatan terhadap pemain sebagai prioritas tertinggi.

“Korea Football Association menyatakan penyesalan yang mendalam atas komentar tidak pantas yang dilontarkan selama latihan tim di Guadalajara, Meksiko,” tulis pernyataan KFA, dikutip BolaSport.com dari media Korea Selatan, Fnnnews, Selasa (16/6/2026).

KFA menyatakan bahwa para pemain yang telah bekerja tanpa lelah dengan rasa bangga dan tanggung jawab mewakili negara mereka di panggung dunia merasa terkejut dan kecewa akibat insiden tersebut.

Untuk itu, KFA mendesak seluruh media dan jurnalis untuk menunjukkan pertimbangan yang cermat dan sikap bertanggung jawab terhadap skuad guna mencegah situasi serupa terulang kembali.

“Kami menghormati kebebasan pers dan peran media,” tegas pernyataan KFA.

“Namun, kami juga akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap para pemain dan menciptakan lingkungan peliputan yang sehat,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebenarnya seluruh pria di Korea Selatan memang diwajibkan menjalani dinas militer (wamil) selama 18 hingga 21 bulan.

Akan tetapi, Son Heung-min memperoleh pengecualian setelah membawa Timnas Korea Selatan meraih medali emas di Asian Games 2028.

Meskipun Son dibebastugaskan dari wamil, ia tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan bersama Korps Marinir Korea Selatan pada 2020.

Walaupun pembebasan tugas itu diberikan secara sah, hal ini masih sering menjadi bahan perdebatan.

Media Inggris seperti Telegraph pun melaporkan bahwa para pemain memilih bersatu dan menolak untuk memberikan wawancara kepada media.

“Para pemain Korea Selatan memboikot media setelah catatan wajib militer Son Heung-min diejek,” tulis judul Telegraph.

0 Response to "Buntut Son Heung-min dihina soal wajib militer, Timnas Korea Selatan boikot media selama Piala Dunia 2026"

Posting Komentar